Brocedes: When Friendship Crashes Harder Than Their Cars
Dulu mereka sahabatan. Karting bareng, mimpi jadi F1 driver bareng, bahkan dulu literally roommates pas di junior series. And then, Mercedes happened. They got the fastest car, no team orders, and only one could be champion. Hasilnya? Friendship ruined, chaos everywhere. They went from laughing in hotel rooms to barely speaking to each other in the garage. From celebrating each other’s wins to crashing into each other at 300 km/h. This wasn’t just a rivalry. This was a full-blown war.
Lewis & Nico bukan teammate biasa. Mereka punya history dari bocil. Dari kecil udah sering balapan bareng, latihan bareng, bahkan sering share hotel room. So, pas mereka akhirnya satu tim di Mercedes, semua orang mikir ini bakal jadi dream team.
Tapi ya... dreams don’t last forever.
● 2014: The Beginning of The War
Mercedes literally unbeatable, so satu-satunya rival? Mereka sendiri. Bahrain, mereka racing bersih tapi intense gila. Tapi Monaco? Nah ini awal mula drama. Nico "accidentally" messed up his quali lap, stopping Lewis from taking pole. Was it a mistake, or was he playing dirty? Nobody knows, but Lewis was PISSED. Terus di Belgia, full drama mode. Mereka crash, Nico clipped Lewis’ tire, dan Lewis langsung out dari fight. This was when Mercedes officially panicked. Toto Wolff bahkan sampai bikin aturan "no contact" di antara mereka, tapi ya… good luck enforcing that.
● Lewis Crushes Nico
This was a total beatdown. Lewis menang 10 race, Nico cuma 6. Lewis wrapped up the title di Austin, dan saat itu Nico fully lost it. Cooldown room moment? Legendary. Lewis lempar topi ke Nico, dan Nico lempar balik dengan muka paling kesel sedunia. It was clear. Nico had enough.
● No More Mr. Nice Guy
Ini season di mana Nico bener-bener berubah. He started strong, menang 4 race pertama, tapi Lewis masih tetep lawan balik. Dan di sinilah mereka mulai main brutal.
○ Spain GP → DISASTER. Lap 1, mereka saling dorong di first corner, sama-sama gak mau ngalah, dan hasilnya? CRASH. Dua-duanya out dari race. Toto Wolff literally pecah kepala.
○ Austria GP → Nico’s defense was on another level. Lap terakhir, Lewis coba overtake, tapi Nico literally shoved him off track. Hasilnya? Mereka crash lagi. Nico malah kena penalty, tapi damage udah kejadian.
○ Abu Dhabi GP → Ini final round, dan Lewis desperate. Dia sengaja slow down di depan biar Vettel sama Verstappen bisa nyalip Nico, tapi Nico tetap bertahan.
Tapi yang paling shocking? Dia langsung pensiun. Nico walked away, leaving Lewis behind. No rematch. No second fight. He won, and he left. Forever. Dulu mereka saling support. Sekarang? Mereka bahkan gak saling ngomong lagi. It’s crazy to think about. Two kids who once dreamed of conquering F1 together, akhirnya sampai ke puncak… only to lose each other along the way.
Toxic? Maybe. Heartbreaking? 1000%.

sedih bgtt
ReplyDeletegimmick
Deletewow, bagaimana cara kamu melakukannya!
ReplyDeletedengan kekuatan super
DeleteSemangat kak
ReplyDeleteHAI BFF 🥺🥺🥺💞💞💞💞💞💞
Delete"Baca ini bikin merinding. 😭 Dari sahabat kecil yang nginep bareng sampe jadi musuh bebuyutan di track... Tragis banget. Monaco 2014 itu bener-bener turning point ya? Dari situ keliatan ego duel mereka udah gak bisa dikontrol, sekelas Toto Wolff aja kelabakan ngatur mereka 😂
ReplyDeleteYang paling ngena: 'They reached the top only to lose each other.' Bener-bener kayak ending film yang bikin nyesek. Bayangin dulu saling support naik podium, eh malah kejadian Spanyol 2016 yang kayak adegan Fast & Furious gagal. 🚗💥
Tapi yang paling legendary tetep exit Nico Rosberg. Juara sekali, pensiun langsung. Kayak "Aku udah buktiin bisa ngalahin lu, sekarang bye!" 😎 Keras banget. Tapi di balik semua drama, tetep ada rasa sedih sih. Persahabatan 20+ tahun rusak karena satu trophy. Worth it? 🏆💔
Great write-up! Bikin nostalgia era golden Mercedes yang chaotic tapi epic."
omg iyaaa, kisah Lewis-Nico tuh kaya drama sahabat jadi musuh yang sakit banget, dari kecil bareng, mimpi bareng, terus pecah gara-gara satu momen di Monaco 2014, Spanyol 2016 tuh kaya scene film action gagal total, terus pas Nico langsung pensiun setelah juara? itu kaya "mic drop bye!" paling savage. Kalau soal worth it atau engga, itu pertanyaan yang kayanya cuma mereka berdua yang bisa jawab. Tapi buat kita fans, drama kaya gini yang bikin F1 golden era itu berasa hidup. Thank you banget udah share insight sekeren ini!!
DeleteThe fact that Nico decided to retire after winning the 2016 championship was showing that their rivalry was no kidding, their ego eat them alive wkwkwk. Katanya sih mereka sudah baikan, tapi tetep aja sangat disayangkan dalam perjalanannya mereka harus memenangkan ego satu sama lain only to lose each other along the way. Nice post !
ReplyDeletethank youu for the sweet comment!! iyaaa bener banget, rivalitas mereka tuh udah level toxic soulmate gak sihhhh hahaha, kalau mereka beneran udah baikan sekarang sih happy to hear that, tapi tetep ya, cerita mereka tuh bittersweet banget. Thanks for reading and sharing your thoughts!!!
DeleteSetelah bertahun-tahun bersaing ketat, hubungan keduanya mulai mencair. Pd thn. 2021, mereka sempat berlibur bersama dg bos Mercedes, Toto Wolff & Susie.
ReplyDeleteKe 2 Putri Rosberg pun mengidolakan Hamilton, begitupun Hamilton sering memberi Hadiah Natal utk anak Rosberg.
Dari teman - bermusuhan jadi rival - & kembali berbaikan menjadi teman, ini adalah bukti bahwa di dunia balap, persaingan tidak harus selamanya bermusuhan. Nice Post, Thank you, ada pesan sosial yg dapat kita ambil dari cerita mereka 😎
love how you see the positive side of their story! it’s like a full circle moment, dari besties jadi rivals terus balik temenan lagi. Bener-bener friendship glow up versi F1, and the fact that Lewis ngirimin Christmas gifts buat Nico’s daughters?? so sweet omg! and i totally agree, rivalry doesn’t always have to mean enemies forever. Thanks for sharing your thoughts, seru banget baca perspektif baru!
DeleteIni bener-bener salah satu rivalitas paling intense di F1 modern. Dari sahabat jadi musuh gara-gara satu mobil yang terlalu dominan. Ada banyak drama sepanjang tahun-tahun mereka di Mercedes, tapi yang bikin ini beda adalah betapa personalnya konflik ini.
ReplyDeleteLu bisa lihat di momen-momen kecil—cara mereka tatap-tatapan di press conference, cara Lewis ngomong soal "hanya gue yang tahu siapa Nico sebenarnya," atau cara Nico selalu ngebahas betapa beratnya mental fight lawan Lewis. Ini bukan sekadar dua pembalap top yang adu skill. Ini kayak pertempuran psikologis yang nggak ada ampun.
Menurut lu, Nico beneran pensiun gara-gara udah capek fight sama Lewis, atau ada alasan lain?
jujur kalau menurut aku, faktor capek mental lawan Lewis pasti ada, kayanya semua orang juga bisa lihat betapa menguras emosinya rivalry mereka. Tapi di sisi lain, aku rasa Nico juga tipe orang yang suka “end on a high note.” Setelah juara dunia, dia udah buktiin semuanya, especially ke diri sendiri. Jadi daripada lanjut dan mungkin ga bisa reach level setinggi itu lagi, dia pilih keluar pas puncak-puncaknya. Sort of like a perfect closure gitu. But thats just my opinion!
DeleteI remember watching Spain GP and saw the crash 😂 It was horrible yet somehow amazing how both of them really have this ego of beating the other teammate rather than actually winning the race😂 nonetheless both are legends
ReplyDeleteomg yesss the crash!! they were so obsessed with beating each other, they forgot there was a whole race going on lol. No matter what team you were on back then, you can’t deny they both left such a huge mark in F1. Thanks for the comment by the waaay!!
DeleteDari kisah lewis dan nico adalah contoh dari persahabatan dan persaingan yang kompleks di dunia olahraga
ReplyDelete